Sayangnya (menurut pribadi) kover versi Indonesia serial novel ini tak semenarik kover versi diluar sana.

Penulis sebenarnya tidak suka membaca novel fantasi tentang penyihir, bahkan membaca novel serial Harry Potter pun tidak. Tapi novel trilogi The Black Magician dan prekuelnya ini punya daya tarik tersendiri dan patut dibaca para pecinta novel fantasi tentang dunia magis.

Dalam trilogi The Black Magician, pembaca akan menyelami kisah hidup Sonea, seorang penduduk pemukiman kumuh yang miskin dan tidak dianggap spesial sampai suatu ketika ia bisa menembus perisai para penyihir yang sedang menertibkan kota. Sone pun dicari oleh persekutuan penyihir, dari awal hingga akhir pembaca akan tahu bagaimana kehidupannya juga tentang rahasia dibalik sihir hitam yang dianggap tabu bagi penyihir sekitar. Dibagi dalam 3 novel; The Magician’s Guild, The Novice dan The High Lord.

Sedangkan di prekuelnya, The Magician’s Apprentice, tokoh utama lagi-lagi adalah seorang wanita biasa. Tessia, anak seorang penyembuh yang suka berkeliling menyembuhkan masyarakat yang membutuhkan, hanya ingin menjadi penyembuh seperti ayahnya hingga suatu ketika ia secara tidak sengaja mengeluarkan ilmu sihir ketika dilecehkan seorang penyihir. Dia pun akhirnya direkrut menjadi murid magang, yang akan diajari berbagai macam sihir. Tapi Tessia tidak bisa belajar terlalu lama karena hanya sesaat setelah itu, peperangan antara negaranya dengan pemberontak dari negara lain pecah.

Dalam novel karya seorang wanita yang juga adalah seorang desainer grafis, Trudi Canavan ini banyak ciri khas yang membuat novel ini menarik dibandingkan novel sejenis lainnya. Selain tokoh utama yang biasanya adalah seorang wanita, plot yang tak terduga dan alur cerita yang terasa pas, juga nama-nama tokoh, negara, dan hal-hal lainnya yang terasa tidak terlampau terasa seperti dibuat-buat walaupun masih asing khususnya untuk pembaca dari Indonesia. Untuk di Indonesia, novel ini diterbitkan oleh penerbit Mizan Fantasi dengan ilustrasi isi yang cukup menarik.